ARTIKEL POPULER

  • MANFAAT KEFIR

    MANFAAT SUSU KEFIR Dengan memfermentasi susu selama sekitar 24 jam, kefir grains dapat mengubah susu mentah menjadi minuman probiotik superfood (kefir), minuman segar berkarbonasi alami yang memiliki...

    Rabu, 25 Juli 2018
  • KEFIR UNTUK KANKER

    HASIL PENELITIAN UIN BANDUNG KEFIR KOLOSTRUM DIPERCAYA BISA JADI ANTI KANKER BANDUNG RAYA Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:33 WIB Wartawan: H. Dicky Aditya UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Gunu...

    Minggu, 22 Juli 2018
  • MINUM KEFIR

    Pentingnya konsumsi probiotik setiap hari : 1. Probiotik meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik hidup dapat mencegah multiple organ disfunction syndrome (MODS) yang merupakan penyebab nomor sa...

    Rabu, 04 Juli 2018
  • HEALING CRISIS

    Coba dihadapi lebih tenang, tingkatkan rasa optimis, dan berbaik sangka dengan healing crisis yg sdg terjadi  Di bawah ini beberapa gejala healing crisis (reaksi penyembuhan) yang mungkin terjadi ke...

    Jum'at, 27 April 2018
  • TENTANG KEFIR

    Kefir adalah susu yang difermentasi dengan Bibit Kefir Grain. Kefir seperti Yoghurt dan sejenisnya, tapi Kefir jauh lebih baik. Yoghurt hanya terdiri atas beberapa jenis mikroba, dan hanya memiliki ma...

    Jum'at, 27 April 2018
KEFIR UNTUK KANKER

KEFIR UNTUK KANKER

HASIL PENELITIAN UIN BANDUNG
KEFIR KOLOSTRUM DIPERCAYA BISA JADI ANTI KANKER

BANDUNG RAYA Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:33 WIB
Wartawan: H. Dicky Aditya

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mulai giat melakukan penelitian di bidang ilmu alam. Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan kefir kolostrum sebagai antibakteri

Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Tuti Kurniati, Dr. Neneng Windayani, dan Milla Listiawati. Biaya penelitian ditanggung BOPTN-DIPA UIN Bandung 2018 melalui Program Litapdimas Diktis Kementerian Agama. Penelitian dilakukan pada Februari sampai Juli 2018

"Kefir kolostrum dibuat dari bahan baku kolostrum sapi perahan pertama yang difermentasi menggunakan grain kefir sehingga diperoleh kefir kolostrum pada kondisi optimum. Selanjutnya dilakukan pengujian psikokimia (meliputi pH, berat jenis, viskositas, kadar asam laktat), organoleptik (meliputi warna, rasa, bau, tekstur dan kestabilan), serta dilakukan pula uji proksimat untuk menentukan kandungan nutrisi dalam kefir kolostrum," jelas Neneng Windayani.

Untuk pengujian sifat antibakteri, dilakukan terhadap lima spesies bakteri patogen. Antara lain S. aureus, P. mirabilis, S. dysentriae, V. cholerae, dan E. faecalis.

"Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, yang masih seputar kefir susu, yang diaplikasikan sebagai minuman antibau petai/jengkol. Hasil-hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam beberapa konferensi nasional dan internasional serta telah memperoleh lima sertifikat HaKi (Hak Kekayaan Intelektual) dari Kemenkumham," jelas dosen Kimia Lingkungan tersebut.

Sebagai kelanjutan dari hasil penelitian tahun 2018, direncanakan pengujian lebih lanjut kefir kolostrum sebagai antidiabetes, antioksidan, antikanker, antihipertensi, dan lain-lain. Harapannya, setelah ini dibuat sejumlah produk turunannya. Dengan begitu, kefir kolostrum dapat dijadikan pangan fungsional yang menyehatkan sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan berbasis bahan baku lokal.

"Rencananya, penelitian lebih lanjut akan berkolaborasi dengan beberapa institusi dalam dan luar negeri. Institut Biosains University Putra Malaysia telah menyatakan kesediaannya. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap agar produk penelitian ini memperoleh paten," tandas Neneng.

Editor: H. Dicky Aditya

Sumber : http://www.galamedianews.com/bandung-raya/193236/hasil-penelitian-uin-bandung-kefir-kolostrum-dipercaya-bisa-jadi-antikanker.html


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

TESTIMONIAL

Kategori